Analisis Pengaruh Beta Saham, Debt To Equity Rasio (Der) Terhadap Return On Asset (Roa) Perusahaandibursa Efek Indonesia

  • Muhammad Ikhsan
  • Eko Budi Santoso Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta
Abstract Views = 5 times
FULL TEXT [PDF] DOWNLOADS = 11 times

Abstract

Perhitungan rasio keuangan penting bagi perusahaan.. Investor dapat melihat kinerja perusahaan apakah perusahaan berkinerja baik dibandingkan dari rata-rata industri. Rasio adalah ukuran perbandingan antara pos dalam laporan keuangan dengan pos lainnya. Misalnya rasio profitabilitas yaitu Return on Asset makin tinggi ROA makin baik karena Net income makin tinngi. Demikian juga Debt to Equity ratio yaitu  berapa batasan berhutang yang ideal yaitu financial leverage berapa ukuran maksimal sehingga net income maksimal.Resiko sistematis atau Beta saham didapat dari slope hasil regresi antara ekses return saham dengan ekses pasar adalah ukuran resiko juga dalam berinvestasi saham . Resiko adalah hal yang menyimpang dari target yang kita inginkan atau sesuatu pencapaian yangberbeda dari hal atau sesuatu yang kita inginkan atau harapkan. Contoh Resiko berinvestasi adalah jika kita menderita kerugian atau kehilangan pokok yang kita tanankan. Resiko yang mempengaruhi saham di bursa yaitu bisa resikosistematik atau bisa juga resiko unsistematis atau resiko di dalam perusahaan misalnya manajemennya. Resiko sistematisjuga disebut resiko pasar yang menimpa semua saham seperti pengaruh dari luar yaitu inflasi, kurs mata uang atau kebijakan pemerintah.Penelitian ini akan membahas apakah ada pengaruh Debt to equity ratio dan beta saham/ resiko sistematis terhadap nilai ROA karena bagi perusahaan net income adalah penting juga bagi investor untuk membeli saham.Sampel datayang diambil penulis sebanyak 35 macam saham dengan cara mengambil secara acak saham-saham yang ada di Bursa efek Indonesia. Data sampel akan diolah dengan statistik menjadi informasi dalam menjawab permasalahan  dengan  Aplikasi SPSS edisi 19. Hasil penelitian ini yaitu secara bersama-sama variabel Debt to Equity ratio dengan Beta saham mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return on Equity (ROA) perusahaan di Bursa Efek Indonesia

Calculation of finance ratios is important for the company. Investors can view the performance of the company if the company performs well compared to the average industry. The ratio is a measure of the ratio between account in the financial statements with another accounts. For example profitability ratios Return on Assets( ROA) higher is better because Net income increasing. Likewise with Debt to Equity ratio, is how much restriction ideal loanlikethe ideal size of financial leverage to maximum net income. Beta is a systematic risk obtained from the slope of the regression results between excess stock returns with excess return of the capital market index. This is a measure of risk in stock investing. Risk is something that deviates from the target that we want or something less achievement from thing or something we want or expect. Examples of investment risk is if we suffer any loss of money  that we invest. Risks of invest stocks is a systematic risk or a unsystematis risk for examplelike a management in the company. Systematic risk is also called market risk hapend to all shares like outside influence,for example inflation, foreign exchange rates or government policy. This research will address the influence Debt to equity ratio and beta stocks / systematic risk to the value of Return of Asset (ROA) because for the company's net income is important for investors to decide buy shares. Sample data is retrieved author as many as 35 kinds of stocks by taking random stocks that exist in the Indonesian Stock Exchange. The sample data will be processed with statistical information in the answer problems with SPSS applications editions 19. Results of this research is jointly variable Debt to Equity ratio with Beta stocks have a significant influence on Return on Equity (ROA) companies in Indonesia Stock Exchange

Published
2019-12-10